Minggu, 13 Oktober 2013


PEMUDA  MASA DEPAN BANGSA

"Jika ingin kemakmuran 1 tahun, tumbuhkanlah benih.
Jika ingin kemakmuran 10 tahun, tumbuhkanlah pohon.
Jika ingin kemakmuran 100 tahun, tumbuhkanlah (didiklah) manusia."
Pemuda adalah komponen masyarakat yang paling energik dan kuat untuk melakukan perubahan yang lebih baik demi bangsanya. Menarik dicermati, jika kehebatan pemuda ini dikaitkan dengan upaya pembangunan ekonomi dan politik di Indonesia. Pemuda lah yang diharapkan untuk mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat indonesia. Logikanya, jika pemudanya mampu menaikkan derajat kesejahteraannya dan mampu berlaku jujur, maka sangat jelas, bangsa ini pun akan benar-benar merdeka.
Dalam posisi sebagai pemuda yang sedang beranjak dewasa, dipundaknya tergantung sejuta asa demi eksistensi sebuah bangsa. Pemuda sering digambarkan dengan ikon bunga bangsa yang sedang mekar dan bunga yang menjadi harapan bangsa.
Sekarang, setelah 68 tahun kemerdekaan Indonesia, timbul pertanyaan mendasar. Masihkah para pemuda Indonesia berjuang untuk bangsanya?? Pertanyaan naif ini pun muncul untuk membandingkan realita zaman yang ternyata sekarang sudah sangat berubah. Tidak ada lagi penjajah asing yang mencengkeram kemerdekaan berkehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih lagi, kini ditandai pula dengan majunya teknologi dan globalisasi. Oleh karena itu, perlu ada ukuran lain untuk mengetahui seberapa besar kontribusi perjuangan pemuda pada bangsanya di era sekarang ini.
Namun pada kenyataannya, masih menjadi fakta yang miris bahwa para pemuda Indonesia belum mampu berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi dan politik. Tingkat pengangguran kaum pemuda masih sangat tinggi. Jumlah pengangguran yang banyak, serta merosotnya moralitas para pemuda kita, menjadi cerminan bahwa pemuda belum lah menjadi penggerak majunya ekonomi dan politik bangsa.
Hal tersebut tidak akan terjadi jika pemuda dan masyarakat saat ini mampunyai jiwa Nasionalisme serta rasa cinta terhadap tanah air yang tinggi. Hal ironis seperti itu juga tidak akan terjadi jika kita ingat para pejuang Indonesia yang berdarah-darah dan mengorbankan jiwa dan raga merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda dan Jepang, hingga negeri ini berdiri tegak dan kokoh sekarang ini. Disinilah fungsi mengenal sejarah sebagai penguat dan penggugah jiwa nasionalisme ditengah lunturnya semangat tersebut saat ini.
Oleh karena itu, pemuda Indonesia harus bangkit. Momentum kemerdekaan tahun ini harus dimanfaatkan sebagai perangsang timbulnya jiwa nasionalisme, dalam mewujudkan kondisi ekonomi dan politik kerakyatan, yang berkeadilan dan pro-terhadap rakyat. Semua itu agar pemuda mampu menjadi tulang punggung ekonomi dan politik bangsa.

Tuhan… ada banyak sekali permasalahan di bangsaku yang belum ku damaikan untuk negeri ku, Indonesia.
Hari ini jatuh pada tgl ke tujuh belas bulan kemerdekaan tahun semangat arek – arek pemuda Indonesia. Pemuda yang dahulu berjuang untuk bangsaku mengusir penjajah yang keji dan kejam. Tak jauh berbeda. Pada tahun ini pemuda kami senantiasa berjuang mengusir penjajah. Hanya saja objek penjajah pemuda masa kini tidaklah sama dengan pemuda pada zaman revolusi.
Sosok Soekarno yang begitu teladan di zaman itu. Namun di zaman sekarang, siapa pahlawan kami? Aku tidaklah menjumpai sosok yang sama seperti bung Karno. Kegigihannya, perjuangannya, pengorbanannya, sungguh tidaklah sama dengan pemuda masa kini. Jika bung Karno berjuang demi nama keadilan untuk Indonesia, pemudaku saat ini berjuang demi nama keadilan untuk dirinya sendiri. Tuhan … harus berlindung pada siapa aku jika negeri ini kelak diluluhlantakkan oleh penjajah keji itu? Siapa, oh tuhan?
Negeri ku aman,
Negeri ku nyaman,
Negeri ku sejahtera,
Itu hanya ada dalam kamus bahasa ku ketika aku menginjak usia dini dulu.
Hari ini semangat itu tetap ada, kibaran bendera masih tertancap di ujung bambu itu.
Tuhan, sampaikan sedikit doaku untuk bung Karno. “wahai bung, niatmu sungguh sangat mulia, semangatmu untuk kemerdekaan sangat ikhlas, kau orang yang begitu berjasa unuk ku juga untuk teman – temanku, keluargaku, dan untuk teman yang belum ku temui di luar sana. Andai aku dapat melihatmu, aku akan mengucap tiga patah kata. Terima kasih, dan maaf. Terima kasih atas kebebasan negeriku, dan maaf karena kami belum dapat mempertahankan kemerdekaan ini. Semoga tuhan membalas niat baikmu, salam pemudi Indonesia.’’
Langkah-langkah mendasar  seperti inilah kemudian yang harus terus dikuatkan oleh pemuda Indonesia sebagai bentuk bagian dari strategi nyata dalam membentuk karakter pemuda sebagai penerus pembangunan bangsa. Diluar apa yang disebutkan diatas masih sangat banyak usaha yang dapat digali dan dilakukan pemuda Indonesia sebagai sarana dalam upaya mendukung pembangunan pemuda Indonesia yang berkarakter. Saya kira kita semua sepakat, kita tidak ingin kondisi bangsa ini semakin memburuk dan terus terpuruk,kita ingin bangsa ini kembali Jaya, kita harus kembalikan semangat kita sebagai generasi pembangunan bangsa bahwasanya kita mampu menunjukkan dan akan membuktikan  ditangan kita negeri ini akan dapat BANGKIT ,SEJAHTERA dan MERDEKA SEUTUHNYA, " Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia" – Kutipan Pidato Bung Karno.  Hidup Pemuda Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar